Apa Kata Cinta Saat Kita Terlalu Banyak Berpikir
cobecCo - Apa Adanya Saja !. Cinta itu kadang kalah oleh pikiran kita sendiri.
Bukan karena ia lemah, tapi karena kita terlalu ramai di kepala. Kita hitung kemungkinan, kita ukur risiko, kita bandingkan masa lalu dengan masa depan yang bahkan belum tentu terjadi. Akhirnya, cinta yang tadinya sederhana, jadi rumit seperti soal ujian yang tidak pernah kita pelajari.
Padahal cinta tidak pernah meminta kita untuk jadi ahli strategi.
Ia hanya ingin dirasakan.
Saya sering melihat orang yang sebenarnya saling mencintai, tapi gagal bersama. Bukan karena kurang rasa, tapi karena terlalu banyak “tapi”. Takut tidak cocok, takut tidak bertahan, takut disakiti lagi. Ketakutan itu seperti pagar yang kita bangun sendiri—tinggi, kokoh, dan tanpa sadar mengurung hati kita di dalamnya.
Cinta jadi tidak punya ruang untuk bernapas.
Saya teringat bagaimana Emha Ainun Nadjib sering mengajak kita untuk tidak buru-buru menilai hidup hanya dari logika. Karena tidak semua hal bisa dijelaskan dengan hitungan. Termasuk cinta.
Cinta tidak pernah lahir dari kepastian.
Ia justru tumbuh dari keberanian untuk tidak tahu.
Kita ini sering ingin segalanya jelas sejak awal. Ingin tahu ujungnya akan seperti apa. Ingin jaminan bahwa tidak akan terluka. Padahal kalau semua sudah pasti, mungkin itu bukan cinta—itu hanya transaksi rasa.
Cinta itu lompatan kecil ke dalam ketidakpastian.
Dan anehnya, di situlah ia terasa hidup.
Memang, berpikir itu penting. Kita butuh logika untuk menjaga diri. Tapi kalau semua keputusan diambil hanya dengan kepala, hati akan pelan-pelan kehilangan suaranya.
Dan ketika hati sudah diam, kita sering baru sadar… bahwa ada sesuatu yang hilang.
Bukan orangnya.
Tapi keberanian kita untuk merasa.
Jadi kalau hari ini kamu terlalu banyak berpikir tentang cinta, mungkin tidak apa-apa untuk berhenti sebentar. Tidak perlu semua dijawab sekarang. Tidak perlu semua dipastikan.
Kadang, cukup dengarkan saja.
Apa kata cinta.
Karena bisa jadi, ia sudah bicara sejak lama—hanya saja kita terlalu sibuk memikirkannya sampai lupa merasakannya.
Posting Komentar