💖 Selamat datang di CobecCO ! Tempat berbagi cerita, tawa, dan kebahagiaan 🌸✨

Cinta tak punya dosa

Daftar Isi


cobecCO - Apa Adanya Saja !
Cinta itu sering disalahpahami. Ia seperti tamu yang datang tanpa undangan, lalu dituduh macam-macam hanya karena kehadirannya tidak sesuai rencana. Padahal cinta tidak pernah membawa niat buruk. Ia hanya hadir—diam-diam, pelan-pelan, kadang tanpa logika.

Kita yang kemudian ribut sendiri.

Saya sering berpikir, jangan-jangan yang berdosa itu bukan cinta, tapi cara kita memperlakukannya. Kita ingin cinta itu patuh, teratur, sesuai aturan yang kita buat sendiri. Padahal cinta tidak pernah belajar tentang aturan. Ia hanya tahu tumbuh.

Seperti hujan yang jatuh tanpa memilih atap siapa yang basah.

Dalam banyak percakapan, cinta sering diadili. Ditanya asal-usulnya, dipertanyakan tujuannya, bahkan dihukum hanya karena datang di waktu yang dianggap tidak tepat. Kita lupa, cinta tidak pernah memilih kalender. Ia tidak tahu kapan seharusnya datang, kapan seharusnya pergi.

Ia hanya tahu: hadir.

Saya teringat bagaimana Emha Ainun Nadjib sering mengajak kita melihat hidup dengan lebih luas, lebih dalam, lebih sabar. Bahwa tidak semua hal bisa dihakimi dengan cepat. Termasuk cinta.

Karena cinta itu bukan soal benar atau salah. Ia lebih dekat pada soal rasa yang tidak selalu bisa dijelaskan.

Kita ini sering ingin cinta itu suci, bersih, tanpa cela. Tapi begitu cinta datang dalam bentuk yang tidak kita duga, kita langsung menolaknya. Kita bilang itu salah. Kita bilang itu tidak pantas.

Padahal mungkin, yang tidak siap itu kita.

Cinta tidak punya dosa. Ia hanya menjadi rumit ketika bertemu manusia yang penuh kepentingan. Kita membawa ego, membawa ketakutan, membawa masa lalu. Lalu kita berharap cinta tetap sederhana.

Tentu saja tidak bisa.

Cinta akhirnya menjadi medan pertempuran antara apa yang kita rasakan dan apa yang kita anggap benar. Dan sering kali, kita memilih yang terlihat benar, meskipun hati kita diam-diam tidak setuju.

Di situlah luka mulai tumbuh.

Padahal, kalau saja kita mau duduk sebentar, mendengarkan hati tanpa buru-buru menghakimi, mungkin kita akan mengerti: cinta itu tidak pernah salah. Ia hanya jujur.

Dan kejujuran memang tidak selalu nyaman.

Jadi kalau hari ini cinta datang dengan cara yang membuat kita bingung, jangan langsung menuduhnya. Jangan buru-buru menghakimi. Mungkin kita hanya perlu waktu untuk memahami.

Karena pada akhirnya, cinta bukan untuk diadili.

Ia hanya untuk dirasakan.

Posting Komentar